Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE JEJARISULTRA.COM TEGAS DAN TERPERCAYA

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Produksi Padi Kolaka Timur Naik 22,81 Persen, Gubernur Dorong Penguatan Infrastruktur Pertanian

Minggu, 01 November 2026 | November 01, 2026 WIB Last Updated 2026-11-02T03:50:21Z


KOLAKA TIMUR, JEJARISULTRA.COM— Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur terus menunjukkan kinerja positif di sektor pertanian. Produksi padi daerah itu meningkat 22,81 persen, dari 88.481 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2024 menjadi 108.666 ton pada 2025. Capaian ini memperkuat posisi Kolaka Timur sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Tenggara.


Peningkatan tersebut menjadi poin penting dalam kegiatan Panen Raya Padi Sawah yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., di hamparan persawahan Desa Iwoikondo, Kecamatan Loea, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan itu dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung swasembada pangan nasional.


Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka bersyukur panen raya tetap dapat berlangsung meskipun Kolaka Timur menghadapi kekeringan akibat fenomena El Nino. Ia menyebut Kolaka Timur berkontribusi sekitar 16 persen terhadap total produksi padi di Sulawesi Tenggara sehingga memerlukan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, termasuk perbaikan akses jalan.


Gubernur juga mendorong petani mengembangkan pertanian yang lebih profesional dengan memanfaatkan teknologi modern. Menurutnya, dengan dukungan teknologi, ketersediaan air, dan irigasi yang memadai, frekuensi panen yang sebelumnya dua kali setahun dapat ditingkatkan menjadi empat kali sehingga pendapatan petani semakin meningkat. Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi perubahan cuaca ekstrem, termasuk pembangunan penampungan air dan pengelolaan sumber daya air.


Saat ini, luas sawah eksisting di Kolaka Timur mencapai 16.680,94 hektare. Ditambah cetak sawah baru pada 2025 seluas 1.950 hektare, total luas lahan sawah mencapai sekitar 18.631 hektare. Pada 2026, luas panen padi sawah periode Januari–Oktober diproyeksikan mencapai 23.417 hektare dengan estimasi produksi sekitar 128.794 ton.


Meski menunjukkan tren peningkatan, sektor pertanian Kolaka Timur masih menghadapi tantangan akibat kekeringan. Sekitar 2.878 hektare lahan sawah terdampak kekeringan, dengan 801 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen. Kondisi itu berpotensi menyebabkan kehilangan produksi hingga 4.405 ton.


Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Kolaka Timur telah menerima berbagai bantuan, antara lain benih padi untuk lahan seluas 5.999 hektare, benih jagung hibrida untuk 1.378 hektare, pupuk padi untuk 3.640 hektare, serta pupuk jagung hibrida untuk 2.550 hektare. Bantuan juga mencakup hand sprayer, alsintan, jalan usaha tani, pupuk NPK, dan ayam petelur beserta pakan.


Pada 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara kembali mengalokasikan bantuan berupa sekitar 13 unit hand tractor, satu unit mesin panen, enam unit traktor roda empat, serta pembangunan jaringan irigasi tersier sepanjang 160 meter. Bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan optimal oleh kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan daerah.


Ke depan, pembangunan pertanian Kolaka Timur diarahkan pada penguatan ekosistem agroindustri yang mengintegrasikan produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil pertanian. Dengan potensi lahan yang luas dan dukungan berbagai program, Kolaka Timur diharapkan terus berkembang menjadi kawasan pertanian unggulan di Sulawesi Tenggara serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

×
Berita Terbaru Update