Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

SELAMAT DATANG DI WEBSITE JEJARISULTRA.COM TEGAS DAN TERPERCAYA

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rektor ITBM Kolaka Menempatkan 25 Mahasiswa KKN di Desa Wowa Tamboli

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T11:21:36Z


-Tekankan Jiwa PEKA dan Jaga Nama Baik Kampus


KOLAKA TIMUR, JEJARISULTRA.COM – Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Kolaka menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 2 di Desa Wowa Tamboli, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Jiwa PEKA (Produktif, Edukatif, Kooperatif, Adaptif) Mahasiswa ITBM Kolaka Tahun 2026 melalui Pengabdian Masyarakat yang Berlandaskan Nilai-Nilai Islam”.



Rektor ITBM Kolaka, Drs. Wardi, M.Si dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun jiwa peka. Menurutnya, sifat peka harus dimiliki manusia karena jika ada manusia yang tidak memiliki rasa peka, maka akan menimbulkan petaka. “Pelaksanaan KKN jadi harus peka,” ujarnya.


Drs. Wardi menjabarkan empat sikap PEKA yang harus dimiliki mahasiswa KKN. Pertama, produktif, yakni tidak menjadikan program yang bersifat finansial sebagai fokus, melainkan mengikuti dan berkolaborasi dengan program desa. Kedua, edukatif, yaitu mahasiswa harus berpendidikan dan memiliki jiwa pendidikan. Jangan sampai di lokasi KKN mahasiswa yang didik, tetapi mahasiswa yang mendidik dan memberikan solusi melalui program yang akan dilaksanakan.


Ketiga, kooperatif, yakni cerdas, cepat, dan tuntas, tetapi tidak mengurangi rasa serta peraturan KKN yang dilaksanakan. Keempat, adaptif, yaitu cepat menyelesaikan persoalan melalui program-program yang ramah lingkungan dan sesuai kebutuhan masyarakat.


Rektor juga mengingatkan bahwa ada desa tertinggal yang ia bantu bangun, sehingga jiwa semangat harus ditampakkan. Mahasiswa nantinya harus menyesuaikan diri dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), kepala desa, dan pihak-pihak yang terlibat. “Jangan membuat program yang memaksakan. Apa yang didapatkan di kampus itu nanti yang akan dilaksanakan,” pesannya.


Untuk program kewirausahaan atau KWU, mahasiswa dapat menjalankan bisnis kecil. Sementara untuk program agro, mahasiswa diminta membantu petani. Semua kegiatan harus dikolaborasikan dengan kepala desa sesuai kemampuan yang dimiliki. Ia menegaskan, KKN bukan kegiatan ceremonial dan peraturan KKN tidak main-main. Mahasiswa juga diminta menjaga nama baik kampus ITBM serta membangun komunikasi dengan masyarakat.


“Mudah-mudahan selama di sana bisa mendapat sambutan yang positif. Bangun komunikasi dengan masyarakat. Mahasiswa bagaimana coba melakukan kegiatan-kegiatan semaksimal mungkin,” harapnya.


Drs. Wardi menyebut ada tiga kesuksesan yang harus ditanamkan dalam diri mahasiswa, yaitu berkorban, sebab seberapa besar pengorbanan itulah kesuksesan; posisi menentukan prestasi; dan susah bicara kebenaran kalau kita sendiri tidak benar. “Setiap langkah mahasiswa harus punya ketepatan,” tandasnya.


Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Samaturu, Faisal Arif, menyampaikan bahwa peserta KKN bisa memberikan kesan positif kepada masyarakat dan mampu mengaplikasikan ilmu selama di kampus. Ia berharap mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi dan berbaur dengan masyarakat Desa Wowa Tamboli, Kecamatan Samaturu.


Ketua LPPM ITBM Kolaka, Dr. Ir. Faizal Mustapa, S.Pi., M.M menyampaikan tema KKN Angkatan 2 yakni Membangun Jiwa PEKA (Produktif, Edukatif, Kooperatif, Adaptif) Mahasiswa ITB Muhammadiyah Kolaka Tahun 2026 melalui Pengabdian Masyarakat yang Berlandaskan Nilai-Nilai Islam. 


Ditambahkan, sedangkan Ketua Panitia, Ahmad, S.Pd., M.Pd mengaku sekitar 25 orang peserta yang terdiri dua Program studi Kewirausahaan dan Program Studi Agroteknologi KKN  dilaksanakan di Desa Wowa Tamboli, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, selama 45 hari. Rinciannya, 30 hari di lapangan dan 15 hari pembuatan laporan. Mahasiswa KKN nantinya akan menulis laporan hasil selama mereka melaksanakan kegiatan KKN. (Kus) 

×
Berita Terbaru Update